Seputar Teknologi Vaksin: Seberapa Aman, Apa Manfaatnya, dan Bagaimana Kita Mendapatkannya?

Seputar Teknologi Vaksin: Seberapa Aman, Apa Manfaatnya, dan Bagaimana Kita Mendapatkannya? – Konsisten menjaha kesehatan penting untuk hidup . Namun selain gaya hidup yang mendukung, kadang teknologi juga dibutuhkan. Akhir-akhir ini, kita sering mendengar tentang bagaimana alat yaitu vaksin bisa berakibat positif tapi ada juga yang bilang negatif. Jadi mana sih yang benar?

Seputar Teknologi Vaksin: Seberapa Aman, Apa Manfaatnya, dan Bagaimana Kita Mendapatkannya?

Kenapa Tubuh Kita Sakit?

Penyebab paling sering ditemukan menunjukkan kalau infeksi bakteri adalah alasan utama kita sakit. Intinya, kita sehat karena sel dalam tubuh seperti sel darah merah, lactobacillus (pembersih usus) dan lain-lain bekerjasama dalam menggerakkan badan seperti berpikir atau bicara dan berjalan.

Di luar, ada banyak bakteri/virus mencari tubuh untuk hidup. Virus ini mengganggu kesehatan kita sehingga oksigen dan energi tak sampai atau malah habis diambil si virus. Ini menyebabkan kita sakit. Tubuh kita bertahan memakai sel darah putih. Disinilah teknologi vaksin dibutuhkan.

Vaksin merupakan virus atau bakteri jahat yang sudah dijinakkan di laboratorium. Dia dimasukkan ke dengan cara disuntik. Kenapa kita dimasukkan virus? Tujuannya adalah agar sel darah putih dan sel tubuh lain tidak kaget dan sudah belajar melawan virus ini. Karena mereka tidak kaget dan sudah kenal dengan lawan-nya, mereka bisa lebih mudah menjaga kesehatan kita.

Teknologi Vaksin ini memang terdengar “terbalik”. Memasukkan virus (walau jinak) ke dalam badan padahal virus membuat kita sakit. Nyatanya bila kita pelajari, kita tahu bahwa sama seperti latihan karate/tinju agar kita bisa bertahan dari penjahat, vaksin melatih badan kita untuk menghadapi dan mengusir virus yang berpotensi mengganggu.

Apakah Vaksin Aman?

Aman. Singkatnya vaksin sudah dibuat sedemikian rupa sehingga badan normal tidak akan terinfeksi. Ini karena dalam pembuatannya, seberapa banyak virus dan seberapa lemah bakter yang ada sudah disesuaikan agar cukup dikenali sel tapi cukup lemah untuk dikalahkan sel pelindung.

Teknologi Vaksin, memang tidak serta-merta bisa langsung diberi ke semua orang. Misalnya kalau tubuh kita sedang sakit atau lemah artinya sel tubuh kita sedang melemah. Kalau ingat gambaran sebelumnya, vaksin itu sama seperti kita berlatih beladiri untuk mengalahkan ancaman. Kalau kita lagi lelah tentu lebih baik istirahat dulu hingga pulih baru latihan.

Inilah alasan kenapa orang yang terlalu tua, anak kecil atau orang yang sedang sakit tidak diikutkan dalam vaksinasi. Karena badan mereka dan sel didalamnya belum siap “berlatih” karena sedang lelah atau sedang memperbaiki tubuh.

Teknologi Vaksin telah teruji dalam berbagai kasus sepanjang waktu. Buktinya banyak sekali penyakit yang dulu umum justru sekarang menghilang. Misalnya penyakit polio (lumpuh kaki) atau penyakit yang sangat kejam menjadi sebuah ketidak-nyamanan saja (cacar air dulu merusak kulit, sekarang hanya gatal).

Tujuan akhirnya, Vaksin juga berusaha untuk membentuk herd immunity atau ketahanan bersama. Begini, virus dan bakteri serta mikro-organisme yang membawa penyakit itu hidup seperti parasit. Dia hanya hidup kalau bisa mengganggu badan kita. Kalau dia tidak berhasil masuk ke manusia atau tidak menemukan inang lain, ia akan mati dengan cepat.

Dengan teknologi vaksin, semakin banyak tubuh yang bisa membela diri dan mengusir vaksin. Ini karena mereka sudah kenal dan tidak kaget ketika vaksin masuk ke tubuh. Karena tidak ada tubuh yang bisa dimasuki maka virus tidak punya inang untuk dihisap, ia tidak bisa makan yang ujungnya ia akan mati.

Terus kenapa kita pusing atau panas setelah proses? Ini karena badan kita sedang berlatih untuk mengalahkan si vaksin dengan berbagai cara. Misalnya menaikkan suhu tubuh agar virus mati kepanasan, atau sel darah putih membungkus virus dari vaksin secara efektif. Nantinya kita lebih kuat karena sudah familiar dengan ancaman.

Distribusi Vaksinasi

Pemerintah sedang bekerjasama dengan berbagai yayasan dan institusi untuk menyediakan teknologi vaksin. Anda dapat mencari di internet atau meminta informasi pada pemerintah atau coba menanyakan pada perusahaan tempat anda bekerja. Selain itu Yayasan kemanusiaan seperti Tzu Chi dan Muhammadiyah juga kerap bekerjasama untuk menyelenggarakan vaksinasi. Siapkan Fotokopi KTP, dan cek informasi untuk mendaftar.

Begitulah penjelasan tentang teknologi vaksin. Bermacam vaksin seperti AstraZeneca, Sinofac, J&J dan lain-lain memiliki dasar ilmiah yang kuat dan sudah di-tes berkali-kali pada manusia untuk memastikan bahwa aman digunakan. Jangan ragu dan segera ikut vaksinasi!